Batik Parang

Setiap motif batik memiliki makna dan nilai filosofi tersendiri, salah satu motif batik tertua yaitu batik parang yang dahulunya corak tersebut tidak boleh digunakan oleh sembarang orang. Tidak seperti saat ini, semua motif batik boleh digunakan oleh siapa saja. Nuansa batik kini sudah populer dengan perpaduan tema tradisional dan modern tanpa meninggalkan kesan klasiknya.

Meskipun demikian, tetapi nilai filosofi yang dimiliki baju batik tersebut tetap dipertahankan sehingga disetiap gambar atau guratan motif batiknya terdapat makna yang bagus sehingga saat kita menggunakan baju batik sebaiknya juga harus tahu apa makna dari motif baju batik yang digunakan tersebut.

Di era sekarang tentu saja tidak semua orang tahu sejarah, filosofi, dan makna batik. Padahal, setiap motif batik memiliki makna dan filosofi tersendiri.

Pengertian Batik Parang

Batik Parang merupakan salah satu motif batik yang tersusun dalam barisan diagonal yang hampir mirip seperti lereng atau pereng.

Dari pernyataan tersebut muncullah pendapat bahwa motif batik ini juga berasal dari kata karang yang berada di pereng atau tebing pantai sehingga ada pula motif parang yang bentuknya seperti huruf S yang mirip ombak.

Filosofi Batik parang

Ketahuilah terdapat filosofi yang mendalam dari batik Parang yang memberikan petuah kepada manusia agar tidak mudah menyerah seperti ombak lautan yang terus menerus menggempur karang.

Si pemakai  batik parang diharapkan terus berusaha melawan godaan dari dalam diri maupun dari luar untuk memperoleh kesejahteraan dalam diri sendiri.

Sejarah Batik Parang

Terdapat banyak jenis batik parang yang tergolong motif kuno, corak tersebut dibuat oleh Panembahan Senopati seorang Sultan Mataram Sultan Agung Hanyakrakusuma saat berada di Pantai Selatan.

Motif tersebut bermakna untuk mencegah manusia bertindak kejahatan sehingga harus mengendalikan hawa dan nafsu dari dalam diri. Selain itu, makna dari batik parang juga memberikan saran agar kita berhati-hati dalam bertindak.

Dahulunya batik parang hanya digunakan oleh keluarga kerajaan yang disebut dengan batik parang klitik, batik parang kencana, dan batik parang slobog. Sekarang ini, batik motif parang sudah berkembang dengan corak batik yang semakin menarik dengan teknik pembuatannya juga semakin modern.

Jenis Model Motif Batik Parang

Ketahui model motif batik Parang yang dapat dipilih untuk dijadikan sebagai outfit kekinian, berikut ini ulasannya.

  1. Motif Batik Parang Rusak Barong

Pertama, terdapat motif batik parang rusak barong yang merupakan kombinasi dari parang rusak dan parang barong sehingga ragam polanya berukuran cukup besar. Tak hanya itu, motif batik yang satu ini dibalut dengan mlinjon yang terlihat sangat jelas.

Batik parang rusak barong terlihat sangat elegan saat digunakan dengan kombinasi warna dasar yang gelap ataupun terang.

  1. Motif Batik Parang Motif Merak

Selanjutnya, terdapat motif batik parang dengan gambar merak yang terlihat unik nan elegan. Nah, corak tersebut mempunyai latar dengan motif parang yang sering dijumpai. Tetapi, adanya gambar burung merak memang cocok digunakan untuk motif baju batik pria maupun wanita.

  1. Motif Batik Parang Kusumo Jogja

Motif batik parang selanjutnya yaitu motif Kusumo Jogja yang terlihat sederhana tetapi tetap nampak elegan. Tetapi, corak utama batik tersebut tetaplah kombinasi pola ‘S’ dengan bulatan-bulan ditambah pola pertama di bagian ujungnya.

Warna batiknya yang sederhana biasanya dikombinasikan dengan dua atau tiga warna netral seperti putih dan coklat.

  1. Motif Batik Parang Curigo Merah

Terdapat pula motif batik parang Curigo Merah yang terlihat sangat mencolok. Nah, corak tersebut merupakan inovasi dari pola parang curigo yang memiliki arti keris tanpa sarung yang melambangkan kecerdasan dan ketenangan.

Dalam corak tersebut terdapat dua kombinasi pola yaitu parang curigo yang mirip dengan motif kawung. Kombinasi warnanya terlihat sangat sederhana. Jenis motif batik ini cocok dipadukan dengan warna baju netral dan soft.

  1. Motif Batik Parang Tuding

Motif batik Parang Tuding yaitu motif batik yang sedikit berbeda dengan motif batik biasanya karena tidak terlihat bentuk huruf ‘S’ yang kentara. Bentuk motifnya lebih menyerupai jari telunjuk dengan susunan yang berjajar rapat sehingga batik tersebut disebut batik parang tuding.

  1. Motif Batik Parang Cantel

Corak batik Parang Cantel mempunyai susunan motif huruf ‘S’ yang terlihat ramping dan kecil sehingga saat dilihat sekilas motif tersebut nampak seperti huruf ‘N’ yang disusun secara sejajar dan simetris.  Biasanya motif ini juga dikombinasikan dengan motif bunga dan dedaunan untuk menambahkan keindahan di era modern sekarang ini.

  1. Motif Batik Parang Kusumo

Selanjutnya, terdapat motif batik Parang Kusumo yang mempunyai garis-garis lebih tegas dengan pola huruf ‘S’ pada corak ini juga lebih ramping daripada parang kusumo Jogja. Nama motif batik tersebut diambil dari kata ‘kusumo’ atau ‘kusuma’ yang berarti bunga.

  1. Motif Batik Parang Rusak Barong Warna Cerah

Motif Batik Parang Rusak Barong Warna Cerah mempunyai pola huruf ‘S’ yang berukuran lebih besar. Hal tersebut sesuai dengan kata ‘barong’ yang berarti besar sesuai dengan motif yang tergambar di baju tersebut.

Di jaman dahulu motif tersebut hanya dikenakan oleh seorang raja dan permaisuri yang bertujuan agar mereka dapat berperilaku bijaksana sesuai dengan makna dari motif batik tersebut.

Sesuai dengan namanya, motif batik yang satu ini dikombinasikan dengan warna dasar yang cerah sehingga terlihat mencolok dan elegan saat digunakan.

  1. Motif Batik Parang Centung

Selanjutnya, terdapat motif batik Parang Centung yang terlihat unik dibandingkan dengan motif parang yang lainnya. Hal tersebut dikarenakan adanya ragam corak yang ditambahkan seperti pola yang berbentuk sendok nasi yang dalam bahasa Jawa disebut ‘Centong’.

Oleh karena itu, motif batik tersebut diberi nama Parang Centung yang mempunyai makna ‘Sudah Bisa Berdandan’. Ketahuilah motif batik tersebut mempunyai detail pola yang terkesan feminim sehingga cocok dibuat untuk baju batik wanita.

Biasanya model baju batik Parang Centung digunakan untuk acara tujuh bulanan dan acara pesta pernikahan.

  1. Motif Parang Curigo Mlinjon

Terakhir, terdapat motif Parang Curigo Mlinjon  yang merupakan inovasi dari pengembangan motif batik parang Curigo. Desain motif batik ini ditambahkan dengan ragam susunan pola ‘S’ yang disebut dengan pola keris yang memang ciri khas dari Parang Curigo.

Terdapat pula pola permata pada motif Parang Mlinjon yang terlihat sangat jelas yang melambangkan pusaran air yang ditimbulkan oleh ombak sesuai dengan susunan pola huruf ‘S’ yang melambangkan ombak. Motif tersebut biasanya digunakan untuk menghadiri berbagai acara pesta.

Kain batik dengan pola Curigo Mlinjon tersedia dalam beberapa pilihan warna sehingga Anda dapat memilih satu yang memiliki warna favoritmu untuk dipadukan dengan outfit yang dipakai.

Demikianlah ulasan mengenai sejarah, filosofi, dan jenis model motif batik parang yang kini digunakan banyak orang. Semoga Bermanfaat.

Leave a Comment