Batik Tulis

Batik tulis merupakan batik tradisional yang paling tradisional karena proses pembuatan batiknya melalui tahap-tahap yang rumit dengan membuat pola ulang yang dikerjakan sama, meskipun muncul sedikit perbedaan, seperti jumlah titik atau lengkungan garis.

Hal tersebut menjadi salah satu bentuk kelebihan dan kekurangan hasil pembuatan batik dengan tangan karena proses pembuatan batiknya memang melalui gerakan yang spontan, berbeda dengan pembuatan batik cetak.

Tentu saja sekarang ini batik tulis menjadi motif batik baju pria dan batik baju wanita yang masih menjadi favorit karena nuansa klasiknya memberikan kesan sangat elegan.

Perbedaan Batik Tulis dengan Batik Cetak

Di era sekarang ini, Anda akan menjumpai adanya motif batik tulis dan batik cetak yang keduanya terlihat sangat mirip sehingga sulit mengetahui perbedaannya. Padahal, keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri. Yuk, ketahui perbedaan batik tulis dan cetak dilihat dari beberapa aspek di bawah ini.

  1. Motif Batik

Perbedaan batik tulis dan cetak yang pertama terlihat dari motifnya yang rapi atau tidak. Nah, biasanya motif batik cetak memang lebih terlihat lebih rapi karena sudah menggunakan pola cetakan yang sudah ditentukan seperti yang tertera pada motif batik.

Sedangkan, penggunaan motif batik tulis digambar secara manual menggunakan tangan sesuai dengan desain yang diinginkan.

  1. Warna Batik

Selanjutnya, perbedaan batik dengan batik cetak yang mendasar yaitu warna dasar kainnya. Untuk warna batik tulis mempunyai warna dasar kain yang lebih muda daripada warna motifnya. Sedangkan warna dasar kain batik cetak mempunyai warna yang lebih tua dibanding dengan warna motifnya.

  1. Harga

Perbedaan antara batik tulis dan cetak juga dapat diketahui dari harganya. Nah, ketahuilah batik yang ditulis harga per dua meter kainnya mulai Rp 300.000,00 sampai dengan jutaan. Tentu saja, hal tersebut dikarenakan proses pembuatan batik tulis yang sulit.

Sedangkan,  harga batik cap memiliki harga sekitar Rp 150.000,00 per dua meternya. Hal tersebut dikarenakan cara pembuatan batik cetak memang lebih mudah.

  1. Hasil Akhir

Dilihat dari hasil akhirnya batik tulis yang dibuat dengan tangan memiliki hasil awal dan akhir yang mengeblok lilin dengan canting sehingga terdapat tetesan yang lebih besar karena dibuat manual menggunakan tangan.

Oleh karena itu, batik tulis mempunyai tekanan yang lebih besar dengan goresan lebih tegas dan kuat. Dibandingkan dengan batik  cetak yang proses pembuatannya mudah dan cepat.

Peralatan Membuat Batik Tulis

Apabila Anda ingin membuat batik tulis maka harus menyiapkan beberapa peralatan yang dibutuhkan, berikut ini alat-alat yang harus disiapkan.

  1. Kain Mori

Pertama, alat yang harus disiapkan untuk membuat batik tulis yaitu kain mori yang merupakan bahan kapas yang sudah mengalami proses pemutihan dengan klasifikasi khusus. Nah, biasanya kain yang digunakan untuk bahan batik adalah kain yang mudah menyerap zat pewarna batik.

Anda dapat menggunakan kain mori primisima yang memiliki kualitas tinggi dengan daya serap yang kurang atau Anda juga dapat menggunakan kain mori berjenis prima dengan kualitas benang yang sedikit kasar. Untuk menghemat budget Anda juga dapat menggunakan kain rayon, Kain Kapas, Kapas Grey dan kain sutera.

  1. Canting

Alat selanjutnya yang digunakan untuk membuat batik tulis yaitu canting. Tentu saja cantik memang menjadi alat melukis motif batik yang dikenal sebagai alat tradisional dengan hasilnya yang menakjubkan.

  1. Lilin Batik

Anda juga membutuhkan lilin batik untuk melukis batik tulis yang dapat digunakan untuk menutupi bagian tertentu agar kainnya tidak terkena pewarna atau biasanya disebut sebagai perintang . Gunakan Wajan dan kompor kecil untuk memanaskan atau mencairkan lilin batik tersebut.

  1. Zat Pewarna

Siapkan juga zat pewarna untuk membuat batik tulis yang bisa digunakan yaitu zat pewarna alami ataupun zat pewarna sintetis yang masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Nah, ketahuilah sekarang ini pembatik memang lebih suka menggunakan zat pewarna sintetis yang lebih praktis.

  1. Gawangan

Gunakan pula Gawangan sebagai penyangga kain saat proses membatik berlangsung. Nah, gawangan batik terbuat dari kayu ataupun bambu. Pembatik jaman dahulu biasanya mempunyai gawangan dengan motif hiasan di bagian atasnya berupa ukiran kayu dengan bentuk motif naga atau tumbuhan.

  1. Bandul

Apa itu bandul? Bandul adalah alat pemberat yang digunakan untuk menahan kain batik sehingga kain tersebut tidak mudah bergeser saat sedang melukis dengan lilin. Biasanya, bandul terbuat dari besi atau apapun yang dapat digunakan sebagai pemberat.

Cara Membuat Batik Tulis

Setelah Anda mengetahui alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat batik tulis maka ketahui juga cara membuatnya. Yuk, simak dalam paragraf di bawah ini.

  1. Pencucian

Langkah pertama membuat batik tulis yaitu melakukan pencucian menggunakan cairan air lerak yang biasanya tersedia dalam kemasan botol. Disarankan untuk tidak menggunakan sabun cuci. Berikut ini cara mencuci kain batik dengan mudah:

  • Ambil air 5 liter + 3 tutup botol air lerak
  • Kemudian cairan tersebut diaduk.
  • Lalu, rendam kain kedalam larutan
  • Selanjutnya kain dikucek sampai air leraknya berbusa.
  • Bilaslah dengan air bersih.
  • Angkat , peras dan dikeringkan.
  • Diangin-anginkan.
  1. Menglowong

Langkah membuat batik tulis selanjutnya yaitu menglowong yang berarti memulai pekerjaan membatik dengan dua tahapan yaitu ngrengreng atau memberi gambar corak dengan lilin di satu penampang atau permukaan kain mori lalu nerusi yang menggambar di permukaan lainnya atau diblat.

Setelah itu, Anda sebaiknya menutup gambar dengan lilin yang dikehendaki dengan warna putih.

  1. Medel

Selanjutnya, Anda melakukan medel yaitu kain putih yang sudah selesai diklowong atau di tembok kemudian dicelupkan ke dalam bak yang berisi larutan indigo.

Setelah, dimedel maka berikan warna biru sehingga kain yang putih ditutup dengan lilin agar tidak tercampur dengan warna lain yang biasanya dilakukan menggunakan canting. Lanjutkan dengan memasukan satu per satu kedalam soga agar mendapat warna coklat.

  1. Melorot

Langkah selanjutnya yaitu melepaskan semua lilin yang masih tertinggal pada kain kemudian lipatlah kain batik sesuai dengan jenis dan ukuran. Setelah menjadi lipatan-lipatan y kemudian pukul dengan alas dan alat pemukul dari kayu jati sehingga akan menghasilkan batik tulis yang halus dan memiliki lipatan yang rapi untuk kemudian siap dipasarkan.

  1. Pengeringan

Tahap selanjutnya yaitu melakukan pengeringan batik dengan cara diangin-anginkan di tempat yang teduh. Disarankan untuk tidak menjemurnya langsung di bawah sinar matahari, jangan pula menggunakan setrika untuk menghaluskan permukaan batik tersebut.

  1. Penyimpanan

Langkah yang terakhir dalam membuat batik tulis yaitu penyimpanan, lakukan dengan pengasapan dengan menggunakan ratus sehingga kain batik akan menjadi harum sebelum disimpan.

Nah, setelah itu simpanlah kain batik ke dalam lemari yang tertutup agar tidak terkena sinar matahari atau lampu secara langsung. Tetapi, jangan juga menyimpan di tempat yang lembab.

Demikianlah seputar informasi mengenai cara membuat dan alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat batik tulis dengan nuansa klasik yang terlihat menarik.

Leave a Comment